Dinamika Politik Jambi pada Pilkada 2005 hingga 2020

Dinamika Politik Jambi pada Pilkada 2005 hingga 2020

Rekapitulasi Pemilihan Gubernur Jambi pada Pilkada 2020

amCharts 4
Rekapitulasi Hasil Suara Pemilihan Gubernur dan WakilGubernur Jambi 202001. CEK ENDRA - RATU MUNAWAROH02. FACHRORI UMAR - SYAFRIL NURSAL03. AL HARIS - ABDULLAH SANI100%Chart created using amCharts library


Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi telah menjadi bagian penting dari demokrasi di provinsi ini sejak dimulai pada tahun 2005. Pemilihan ini selalu mencerminkan dinamika politik yang menarik, dengan berbagai calon yang bersaing untuk memimpin Jambi menuju masa depan yang lebih baik.

Pada Pilkada 2005, pasangan Zulkifli Nurdin dan Antony Zeidra Abidin berhasil terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi untuk periode 2005-2010. Pasangan yang diusung PAN, Golkar, dan PNI Marhaenis ini mendapatkan 80 persen suara, mengungguli dua pasangan lainnya, yakni Hasip Kalimuddin Syam-Nasrun Hr Arbain (PKB, PPP & PKPB) dan Usman Ermulan-Irzal Yunus (PDI-P & PBR). Namun, proses ini tidak tanpa kontroversi, karena banyak pemilih yang tidak mendapatkan undangan dan kartu pemilih, menyebabkan mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Pasangan Hasan Basri Agus dan Fahrori Umar memperoleh 607.030 suara atau 40,6 persen suara pada Pilkada 2010. Pasangan yang didukung Partai Demokrat, Golkar, dan PKS ini mengalahkan tiga pasangan lainnya: Zulfikar Achmad-Ami Taher (Gerindra), A Madjid Mu’az-Abdullah Hich (PAN, PPP, & Hanura), dan Safrial-Agus Setyonegoro (PDI-P).

Pilkada 2015, yang merupakan pilkada serentak pertama di Indonesia, menjadi momen penting bagi Jambi. Zumi Zola Zulkifli dan Fachrori Umar unggul dengan 968.497 suara atau 60,25 persen. Pasangan ini diusung oleh PAN, PKB, Nasdem, PBB, dan Hanura, mengalahkan pasangan Hasan Basri Agus dan Edi Purwanto. Zumi Zola, yang juga seorang artis dan anak dari mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, menjadi salah satu gubernur termuda di Indonesia pada usia 35 tahun.

Namun, masa jabatan Zumi Zola tidak berlangsung mulus. Pada tahun 2018, Zumi Zola tersandung kasus suap RAPBD 2018 dan penerimaan gratifikasi. Pada 9 April 2018, ia resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemudian, Fahrori Umar ditunjuk sebagai Plt Gubernur Jambi hingga putusan pengadilan keluar. Pada 13 Februari 2019, Fahrori dilantik sebagai Gubernur Jambi oleh Presiden Joko Widodo.

Pilkada 2020 diwarnai oleh persaingan ketat. Pasangan nomor urut 3, Al Haris dan Abdullah Sani, unggul dengan 600.733 suara atau 38,26 persen. Mereka mengalahkan dua pasangan lainnya: Cek Endra-Ratu Munawaroh (PDIP & Golkar) dan Fachrori Umar-Syafril Nursal (Gerindra, Demokrat, PPP, dan Hanura). Setelah pemungutan suara ulang (PSU) pada 27 Mei 2021 di 88 TPS, pasangan Al Haris-Abdullah Sani tetap unggul.

Pada pemilihan gubernur tahun 2020 ini, Al Haris -Abdullah Sani unggul secara signifikan di 3 kabupaten/kota dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, yakni di Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, dan Kota Jambi. Cek Endra-Ratu Munawaroh unggul di 5 kabupaten/kota, yakni di Kabupaten Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Tebo. Fachrori Umar-Syafril Nursal unggul di 3 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kerinci, Bungo, dan Kota Sungai Penuh.

Menjelang Pilkada 2024, Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi saat ini, Al Haris dan Abdullah Sani, telah menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri kembali. Hingga awal Juli 2024, hanya Usman Ermulan dan Alexander yang juga mendeklarasikan diri sebagai kandidat calon gubernur dan wakil gubernur. Pertanyaan besar adalah apakah para petahana ini akan kembali unggul atau wajah baru yang akan muncul sebagai pilihan masyarakat Jambi di Pilkada akhir tahun ini. Semoga pemimpin yang terpilih nanti dapat membawa Provinsi Jambi menuju era yang lebih baik dan makmur. (Litbang Kompas/SNT)

  1. Penggunaan materi wajib mencantumkan kredit dengan format: ‘Kompas/Nama Penulis’.
  2. Materi tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  3. Data/informasi yang tertera pada materi valid pada waktu dipublikasikan pertama kali, jika ada perubahan atau pembaruan materi oleh sumber di luar Kompas bukan tanggungjawab Kompas.
  4. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjual-belikan materi tanpa persetujuan dari Kompas.

Suggestion