Lika-liku Pilgub Serentak Jatim

Lika-liku Pilgub Serentak Jatim

Persentase Suara Pilkada Gubernur Jawa Timur Tahun 2018

amCharts 4
Persentase Suara Pilkada Gubernur Jawa TimurTahun 201853.55%46.45%100%Chart created using amCharts library


Pimilihan gubernur langsung di Jawa Timur sudah dilaksanakan dalam tiga periode yakni 2008, 2013 dan 2018.  Pada pilgub 2008 diikuti lima paslon yakni Soerkarwo - Saifullah Yusuf dengan perolehan suara 26,43 persen, Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono (24,82 persen), Sutjipto – Ridwan Hisjam ( 21,18 persen), Soenarjo – Ali Maschan Moesa (19,34 persen) dan Achmady – Soehartono (8,21 persen). Hasil perhitungan suara pasangan Seokarwo – Saifullah Yusuf keluar sebagai pemenang. 

Pelaksanaan pilgub tersebut ditemukan banyak kecurangan, baik proses pelaksanaan hingga penghitungan suara. Maka paslon Khofifah – Mudjiono mengajukan sengketa penolakan hasil perhitungan suara ke Mahkamah Konstitusi dengan memberikan bukti-bukti kecurangan. 

Mahkamah Konstitusi kemudian menerima sebagian permohonan Khofifah beserta tim pemenangannya. Kemudian, Keputusan Mahkamah Konstitusi  yakni memerintahkan KPUD Jawa Timur untuk melakukan pemungutan suara ulang untuk putaran kedua di Kabupaten Pamekasan, Bangkalan, dan Sampang pada 4 November 2008. 

Pada putaran kedua ini diikuti oleh pasangan Soekarwo – Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono. Hasil perhitungan suara pasangan  Soekarwo dan Saifullah Yusuf akhirnya membuktikan bahwa mereka masih tetap unggul dengan perolehan suara 50,20 persen.

Pilgub 2013, pasangan petahana kembali menjadi pemenang dengan perolehan suara 47, 25 persen, kemudian disusul Khofifah – Herman ( 37, 62 persen), Bambang Dwi Hartono – Said Abdullah (12,69 persen), Eggi Sudjana – M Sihat ( 2,44 persen). 

Pada pelaksanaan pilgub selanjutnya, terjadi kasus sengketa kembali. Dimana pasangan calon Khofifah-Herman yang sempat tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam pilgub akibat tidak dapat memenuhi persyaratan dukungan. Namun pada akhirnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menganulir keputusan pembatalan tersebut.

Sementara pada pilgub 2018 diikuti oleh pasangan Khofifah-Emil ini diusung koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, PAN, dan Nasdem. Mereka memperoleh 10.465.218 suara atau 53,55 persen dari total suara pemilih. Sedangkan, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, yang diusung koalisi PDI-P, PKB, PKS dan Gerindra, memperoleh 9.076.014 suara atau 46,5 persen. Pilgub ini berjalan dengan damai tanpa adanya sengketa. 

Pasangan Khofifah- Emil Dardak ditetapkan sebagai menjadi pemenang dan dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023. Setelah penantian kurang lebih 10 tahun, Khofifah akhirnya berhasil menduduki kursi Jatim 1 setelah gagal dua Pilkada sebelumnya. 

(Litbang Kompas/RNA)


  1. Penggunaan materi wajib mencantumkan kredit dengan format: ‘Kompas/Nama Penulis’.
  2. Materi tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  3. Data/informasi yang tertera pada materi valid pada waktu dipublikasikan pertama kali, jika ada perubahan atau pembaruan materi oleh sumber di luar Kompas bukan tanggungjawab Kompas.
  4. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjual-belikan materi tanpa persetujuan dari Kompas.

Suggestion