Sosok: Emiliano Martinez - Tangan Penjaga Legasi Messi

Sosok: Emiliano Martinez - Tangan Penjaga Legasi Messi

Sosok

KOMPAS edisi 21 Desember 2022

Halaman: 16

Penulis: Kelvin Hianusa

Sosok: Emiliano Martinez - Tangan Penjaga Legasi Messi

Sosok: Emiliano Martinez

Tangan Penjaga Legasi Messi

Dari kiper yang tidak mampu membeli sarung tangan, Martinez menjadi peraih Sarung Tangan Emas di Qatar. Evolusi Martinez sukses menjaga legasi Messi.

Hanya dalam empat tahun, kiper Argentina, Emiliano Martinez, berubah dari penonton Piala Dunia Rusia 2018 menjadi juara Piala Dunia Qatar 2022. Nasibnya berbalik karena kans kecil berbau keberuntungan pada tiga tahun silam. Dia menjadikan momen itu untuk melompat ke langit tertinggi.

Publik Argentina kembali merasakan gelar juara dunia setelah penantian panjang 36 tahun. Kapten tim Lionel Messi memimpin Argentina menang atas Perancis dalam adu penalti 4-2, seusai laga berakhir imbang pada perpanjangan waktu 3-3 di Stadion Lusail, Qatar, Senin (19/12/2022) WIB.

Messi, lewat sumbangan dua gol, adalah pemain terbaik malam itu. Dia terpilih sebagai peraih trofi man of the match untuk kelima kalinya di Qatar sekaligus trofi Bola Emas. Namun, Messi tidak akan menggapai trofi Piala Dunia tanpa aksi heroik seorang Martinez.

Dibu, panggilan Martinez, bersinar dalam momen terpenting. Dia menggagalkan peluang emas penyerang Perancis, Randal Kolo Muani, dalam situasi satu lawan satu saat babak tambahan tersisa 30 detik. Berkat penyelamatan dengan kaki, Martinez mengantar tim ”Tango” ke adu penalti.

Momen heroiknya berlanjut di adu tos-tosan. Martinez memperlihatkan ciri khas gaya tengilnya untuk memprovokasi penendang lawan. Hasilnya, dua penendang Perancis, Aurelien Tchouameni dan Kingsley Coman, gagal mengeksekusi penalti.

Martinez menyudahi debut di Piala Dunia dengan gelar juara dan penghargaan Sarung Tangan Emas. Dia mencapai prestasi tertinggi yang diraih kiper legendaris seperti Gianluigi Buffon. Istimewanya lagi, kiper Aston Villa itu berjaya bersama Messi, pahlawan negara yang dijuluki greatest of all time.

Jangankan juara, Martinez bahkan segan untuk bermimpi tampil di timnas pada empat tahun lalu. Di Rusia 2018, dia masih datang sebagai penonton. Ketika itu, dia berstatus penjaga gawang cadangan Arsenal yang jarang mendapat kesempatan tampil sejak masuk tim senior pada 2012.

Setelah dipinjamkan ke enam klub kecil, Martinez akhirnya mendapat kesempatan di Arsenal pada musim 2019-2020. Tepatnya pada pertengahan musim ketika Arsenal bertemu Brighton. Martinez yang dilirik banyak klub Liga Inggris memutuskan pindah ke Villa pada musim panas 2020. Dia pindah demi kesempatan tampil lebih banyak agar dilirik timnas. Dia menjalani debut bersama Argentina di Piala Dunia Qatar 2022 pada usia 30 tahun.

Bagi negara dengan kultur sepak bola seperti Argentina, sangat mudah menemukan pemain berbakat. Namun, tidak sama halnya dengan posisi penjaga gawang. Tidak ada lagi sosok kiper seperti Nery Pumpido yang mendampingi Diego Armando Maradona juara Piala Dunia 1986.

Posisi kiper selalu menjadi titik lemah mereka di turnamen besar. Wajar jika Messi paceklik gelar, termasuk kalah di tiga final turnamen besar (Piala Dunia 2014, serta Piala Amerika 2015 dan 2016). Sebelum akhirnya Martinez datang.

Messi bersama Martinez meraih trofi Piala Amerika 2021. Setahun berselang, mereka bersama menggapai trofi Piala Dunia. Messi mengakui peran besar sang kiper. ”Dia fenomenal. Kami tenang ketika dia ada di belakang,” ujarnya.

Salah satu kekuatan terbesar Martinez adalah mentalitas baja ketika adu penalti. Dia mengantar Argentina menang di seluruh tiga adu penalti dalam turnamen besar. Satu kali di semifinal Piala Amerika 2021 (versus Kolombia) serta dua kali di Qatar (versus Belanda di perempat final dan Perancis).

Pejuang Argentina

Seperti itulah sosok Martinez. Dia punya mental juara, ingin menang dengan cara apa pun. Termasuk dengan trik murahan saat adu tos-tosan. Mental itu sudah dibentuk sejak kecil, ketika dia bertumbuh di dalam keluarga yang terbilang miskin.

Martinez besar di kota kecil, Mar del Plata. Dia selalu hidup susah karena orangtuanya tidak punya pekerjaan tetap. Sering kali, hanya dia dan saudara laki-lakinya yang menyantap makan malam, saat sang ayah dan ibu hanya bisa terbengong. Dia banyak belajar tentang kerasnya kehidupan dari jalanan.

Dia menyadari hanya sepak bola yang bisa menyelamatkan keluarganya dari kemiskinan. Dia pun berlatih keras agar bisa menjadi kiper hebat. Adapun kiper tidak membutuhkan bakat besar seperti pemain di posisi lain. Sampai akhirnya dia dilirik klub lokal, Independiente U-20. ”Ayah saya bahkan tidak mampu membelikan sarung tangan kiper, tetapi itu justru yang mendorong saya. Saya ingin menjadi yang terbaik. Saya ingin membuktikan semua dukungannya untuk datang ke setiap laga akan terbayar lunas,” ujar Martinez.

Kiper setinggi 1,95 meter itu tidak tahu kapan akan bersinar. Namun, dia selalu yakin akan mendapat peluang dan melompat tinggi. Ia tidak pernah menyerah setelah berpindah-pindah klub selama tujuh tahun. Bahkan sebelum kesempatan itu datang di Arsenal, dia sudah mempersiapkan diri dengan serius. Ketika itu, Liga Inggris sedang ditunda akibat pandemi Covid-19. Istrinya, Amanda, bingung karena sang suami berlatih tanpa henti di lapangan belakang rumah. Beberapa bulan setelah itu, Martinez menjawabnya dengan tampil di Stadion Wembley untuk final Piala FA.

Urusan Martinez dengan keluarganya telah usai setelah sukses di Liga Inggris. Ayah dua anak itu pun datang dengan mimpi baru saat ke Qatar. Dia berjanji, tidak akan membiarkan Messi pensiun tanpa gelar juara dunia. Selain Messi, Dibu juga ingin memberikan kebahagiaan bagi publik Argentina.

Sisanya adalah sejarah. Semua mimpi Martinez terwujud di Qatar. Dia berhasil bukan karena kesempatan datang cuma-cuma, melainkan karena tak pernah menyia-nyiakannya. ”Saya tidak bisa berkata-kata. Semua yang saya inginkan telah tercapai. Ini adalah takdir,” ujarnya.

(AP/REUTERS)

Emiliano Martinez

Lahir: Mar del Plata, Argentina, 2 September 1992

Posisi: Penjaga gawang

Klub:

- Aston Villa (2020-sekarang)

- Arsenal (2012-2020)

Prestasi:

- Peraih Sarung Tangan Emas Piala Dunia Qatar 2022

- Juara Piala Dunia Qatar 2022

- Juara Piala Amerika 2021

- Juara Piala FA (2017, 2020)

- Juara Community Shield (2015, 2016, 2021)

Foto:

AFP/FRANCK FIFE

  1. Penggunaan artikel wajib mencantumkan kredit atas nama penulis dengan format: ‘Kompas/Penulis Artikel’.
  2. Penggunaan artikel wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Artikel yang digunakan oleh pelanggan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan persetujuan dari Kompas.
  4. Artikel tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjualbelikan artikel tanpa persetujuan dari Kompas.

Suggestion