Dominasi Mbappe Terbit di Qatar * Pesta Bola Qatar 2022

Dominasi Mbappe Terbit di Qatar * Pesta Bola Qatar 2022

Olahraga

KOMPAS edisi 20 Desember 2022

Halaman: 14

Penulis: SAN

Dominasi Mbappe Terbit di Qatar * Pesta Bola Qatar 2022

Dominasi Mbappe Terbit di Qatar

Piala Dunia Qatar 2022 menjadi momen munculnya dominasi Kylian Mbappe. Sejumlah rekor pribadi, termasuk milik Pele, dipecahkan penyerang asal Paris itu.

Hari ini, Mbappe merayakan ulang tahun ke-24. Bukan Piala Dunia, kado yang ia terima tetap membanggakan.

Mbappe merebut Sepatu Emas atau pencetak gol terbanyak di Qatar 2022. Total, ada delapan gol yang ia buat. Tiga di antaranya muncul di laga final.

Dengan delapan gol, namanya sejajar dengan legenda Brasil, Ronaldo. Mantan pemain Barcelona itu menorehkannya di Piala Dunia Jepang-Korea 2002.

Mbappe pun telah menyingkirkan rekor Pele sebagai pemain termuda dengan gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia. Pele menghasilkan enam gol di fase gugur pada empat edisi pesta sepak bola terakbar itu.

Sementara Mbappe menciptakan tujuh gol hanya di kesempatan keduanya tampil di pentas dunia bersama ”Les Bleus”. Selain itu, Mbappe juga telah menyejajarkan diri dengan Pele sebagai pemain yang menyumbangkan gol di dua partai puncak.

Mbappe lebih baik dari Pele karena mencatatkan rekor itu ketika baru berusia 23 tahun 363 hari.

Mbappe bahkan menjadi pemain termuda yang bisa menjadi top scorer Piala Dunia dengan catatan lebih dari enam gol. Rekor itu sebelumnya dipegang Pele pada 1958, Mario Kempes (1978), dan James Rodriguez (2014) yang mencetak enam gol sebelum menginjak 24 tahun.

Ditambah tiga gol yang menaklukkan kiper Argentina, Emiliano Martinez, Mbappe adalah pemain dengan jumlah gol final Piala Dunia terbanyak dengan empat gol. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam satu menit beruntun di laga final.

Mbappe mencetak gol pada menit ke-80 dan ke-81 untuk menyamakan kedudukan bagi Perancis yang tertinggal dua gol di babak pertama dari Argentina. Rekor itu bisa jadi sulit disamai bahkan ditaklukkan dalam waktu dekat.

Pemain Paris Saint-Germain itu pun telah menyamai rekor gol Pele di Piala Dunia dengan 12 gol. Mbappe hanya butuh mencetak rekor itu pada dua edisi Piala Dunia, sedangkan Pele menghasilkan itu dalam empat edisi.

Akan kembali

Mbappe pun hanya membutuhkan lima gol lagi untuk menjadi pemimpin daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Rekor itu masih dipegang Miroslav Klose (Jerman) dengan 16 gol yang mengukuhkan rekor itu ketika membantu Jerman menjadi juara di Brasil 2014.

Meskipun menorehkan beragam rekor pribadi di Piala Dunia serta sempat naik podium menerima trofi sepatu emas, Mbappe tetap bermuka masam saat meninggalkan Stadion Lusail. Trofi Piala Dunia tetap menjadi ambisi bocah asli Paris itu.

”Kami akan kembali,” tulis Mbappe dalam foto dirinya memegang trofi sepatu emas ketika melewati trofi Piala Dunia yang diunggah di akun Instagram-nya, Senin (19/12).

Kapten sekaligus kiper Perancis, Hugo Lloris, memuji penampilan tidak kenal menyerah Mbappe. Ia menyebut laga final ibarat sebuah pertandingan tinju berkat balas-membalas gol hingga babak perpanjangan waktu.

”Final ini adalah momen berakhirnya satu generasi (timnas Perancis), yang memasuki masa akhir karier, seperti saya, dan menyerahkan estafet regenerasi ke generasi baru dipimpin Mbappe,” ucap Lloris dalam sesi mixed zone seusai laga.

Pelatih Maroko Walid Regragui, salah satu juru taktik yang menghadirkan decak kagum di Qatar 2022, menilai, Mbappe adalah satu-satunya pesepak bola generasi saat ini yang pantas disejajarkan dengan Pele.

Itu didasari pengamatan Regragui yang menyaksikan langsung performa Mbappe, salah satunya ketika Maroko tumbang 0-2 dari Perancis di semifinal.

”Ia pantas disebut Pele baru,” kata Regragui.

Kekurangan energi

Di luar performa gemilang Mbappe, Pelatih Perancis Didier Deschamps mengakui, sebagian pemain pentingnya gagal tampil dengan performa terbaik di partai puncak.

Sebelum babak pertama usai, Deschamps langsung mengganti Olivier Giroud dan Ousmane Dembele yang bermain buruk. Antoine Griezmann juga ditarik keluar pada babak kedua.

”Saya tidak punya kendala dengan 11 pemain utama karena mereka 100 persen fit. Tetapi, saya melihat beberapa dari pemain kunci kami tampil dengan energi yang kurang di laga final ini. Mungkin ini dipengaruhi faktor fisik dan psikologis,” ujar Deschamps.

Performa Perancis membaik setelah Deschamps memasukkan tiga pemain muda di bawah usia 25 tahun, seperti Eduardo Camavinga (20), Randal Kolo Muani (24), dan Youssouf Fofana (23).

Selain itu, lini depan Perancis mampu memberi masalah bagi Argentina setelah kehadiran Kingsley Coman dan Marcus Thuram.

Akan tetapi, mental para pemain muda dan pengganti juga tidak mulus ketika adu penalti. Aurelien Tchoumeni dan Coman gagal mengeksekusi penalti. Hanya Mbappe dan Kolo Muani yang sukses menaklukkan kiper Argentina.

Sementara itu, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Ia mengapresiasi performa Argentina dan Perancis seusai menghadirkan laga final penuh kesan.

”Kami telah memenuhi janji untuk menyelenggarakan turnamen luar biasa di negara Arab. Ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kekayaan budaya dan keaslian nilai-nilai kami kepada orang-orang di seluruh dunia,” kata Sheikh Tamim.

Secara keseluruhan, Qatar menyambut sekitar 1,4 juta suporter sepak bola dari seluruh dunia.

Sebanyak 3,4 juta orang menjadi jumlah akumulasi fans yang menyaksikan langsung 64 pertandingan Piala Dunia.

Rerata pendukung per laga mencapai 53.000 orang. Hal itu setara dengan 96 persen tingkat keterisian di stadion.

”Kami menerima respons positif penyelenggaraan turnamen ini dari semua pihak, seperti fans, pemain, media, sukarelawan, dan ofisial turnamen. Tidak diragukan lagi turnamen ini meninggalkan legasi besar bagi Qatar dan kawasan (Timur Tengah) secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” kata Hassan al-Thawadi, Ketua Penyelenggara Piala Dunia 2022, dalam keterangan pers.

Qatar menghadirkan Piala Dunia termahal sepanjang sejarah dengan biaya pembangunan 200 miliar dollar AS (Rp 3.137 triliun). Mereka membangun delapan stadion hingga membuat jaringan transportasi umum.

(SAN)

Foto:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Kylian Mbappe, penyerang tim nasional Perancis, menerima penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia Qatar 2022.

  1. Penggunaan artikel wajib mencantumkan kredit atas nama penulis dengan format: ‘Kompas/Penulis Artikel’.
  2. Penggunaan artikel wajib mencantumkan sumber edisi dengan format: ‘Kompas, tanggal-bulan-tahun’.
  3. Artikel yang digunakan oleh pelanggan untuk kepentingan komersial harus mendapatkan persetujuan dari Kompas.
  4. Artikel tidak boleh digunakan sebagai sarana/materi kegiatan atau tindakan yang melanggar norma hukum, sosial, SARA, dan mengandung unsur pelecehan/ pornografi/ pornoaksi/ diskriminasi.
  5. Pelanggan tidak boleh mengubah, memperbanyak, mengalihwujudkan, memindahtangankan, memperjualbelikan artikel tanpa persetujuan dari Kompas.

Suggestion